Tuesday, June 15, 2021

Addiction to affection was my greatest escape from reality.
Drinking and being stupidly "easy", was what I thought the answer to gain affection.
Suppose time-travel were possible, I would hop myself back to the moment when I went dumb and tell her:
"In just a couple of years, you will be staring at what you really want and regretting every decision you have made."

I am sorry, I wish I deserved you.

Tuesday, February 20, 2018

This bed without you, isn't something so new.
But why does it feel strange,
when all parts of my body are thirsty of you?
Even when I'm drunk, I just can't bear the thoughts of you,

in the arms of someone else.
I drank the alcohol till it's empty,

but the tears wouldn't stop, at all.
For days, I thought the signs would lead us somewhere happier.
Somewhere with hopes.



But boy, have I ever been so wrong.

Wednesday, August 24, 2016

I enjoy superhero or people with superpower movies, and pretty updated with the characters.
I'm pretty much admiring Batman character which, in my opinion, is the toughest and smartest ordinary (but wealthy, I know) man.

But,

Batman or Bruce Wayne is just a character.
Any actor could easily replace the current one like Ben Affleck replaced Christian Bale or Christian Bale replaced the previous one.
I don't think I need any Batman in this real, full of hustle and struggle life.

Because,

I already have my Dad.
My Daddy is the toughest man in my life I've ever known.
He survived 2 stroke attack and still manage to accompany me through my struggling days until now, at this very second.

If that's not a superpower, I don't know what is.

He is the man I can count on when the world, even my own body, is against me.
The one who's willing to give me a massage with his only-working-great left hand, late at night, when I tell him I have a headache.
The one who puts aside his need to make sure I have mine fulfilled first.
He may not be the always-talk-sweetly daddy, he is actually a hard-to-handle one, I must say.

But,

I know that he actually cares, all. the. time.
What I want is him to be always healthy, to see him laugh everytime we are having a silly conversation, to see him looking proudly at when I'm at the top.

Thank you, Daddy.

Nothing could define my thankfulness to be your daughter more than the sentence, I love you so much.

Sunday, August 7, 2016

Ini aku, air.

Kalian memang sombong
Terlena akan keindahanku, dan lupa segala apapun yang hidup dariku.

Kalian memang tak tahu diuntung
Memujaku, mengagumiku, tanpa tahu bagaimana cara menyayangiku.

Kalian memang egois
Menikmatiku, tapi tidak menjagaku sebaik-baiknya.

Kumohon, jaga aku.
Jauhkan aku dari plastik-plasti kotor itu.
Dari cairan-cairan berbahaya yang kalian gelontorkan tanpa ampun padaku.
Dari timbunan-timbunan sampah yang mencemari aku.

Penyesalan selalu datang belakangan. 
Dengan aku yang seperti ini saja, kalian sudah mengeluh.
Tapi, kenapa kalian tak sadar juga pentingnya aku?

Thursday, July 14, 2016

An uncommon thought

Jujur, saya bukan orang yang menganggap tradisi nyekar itu perlu. Saya pikir, mendoakan seseorang yang telah tiada tidak perlu harus di depan batu nisan, tabur bunga, dan menyiram air mawar. Mendoakan seseorang yang kita sayang, yang telah tiada ataupun yang masih bersama kita, menurut saya bisa dilakukan di mana saja dan kapan saja. Tak perlu menunggu bulan Ramadhan, ataupun momen hari raya keagamaan hanya untuk berhadapan dengan batu nisan berukirkan nama mendiang.

Karena itu,
saya jarang sekali mendatangi kuburan sanak famili, termasuk kuburan ibu saya.

Seseorang bilang, "mereka (orang-orang yang telah tiada) kan nungguin kita untuk jenguk mereka.". Well, kembali lagi saya harus jujur saya bukan orang yang percaya akan nonsense seperti itu. Bahwa yang telah tiada masih ada di sekitar kita, menjadi ruh tak terlihat yang masih bisa melihat dan mendengar kita.

It's just an idea we made so that we could feel less lonely, less depressed for losing someone so deary to us.
 
Menurut saya, yang telah tiada, tiada. Mereka ada di alam sana, alam kubur yang sangat berbeda dari kita dan urusannya di dunia tempat kita hidup sudah selesai.

I agree that they still live in our heart and mind.
Live as a great, happy memory we all need to cherish.
And that's why we keep praying for them.
 
***

November 1961 - Oktober 2010
Kemarin, 13 Juli 2016, tepat 1 minggu setelah lebaran, saya pergi sendirian ke makam ibu saya.
Setelah berhari-hari menjadi anak rewel dan cengeng dikarenakan pre-menstuastion syndrome. Ya, saya berdoa, tabur bunga, dan menyiram air mawar di kuburnya. Jujur saja, saya berharap omongan orang-orang itu benar. Bahwa mereka masih ada di sana, menunggu.

Setelah mengucap salam dan berdoa, saya banyak bercerita. Tentang hidup, tentang ayah, tentang diri saya sendiri, segala macam, yang telah ibu saya lewatkan setelah beliau tiada. Tangis saya jelas pecah, rasa rindu tak terbantahkan. Saya sangat ingin menghilangkan pikiran skeptis saya dan percaya beliau ada di sana, bersama saya, mendengarkan saya bercerita.

Ah. Entah.
Setelah bercerita saya merasa lumayan lega.

Mungkin itu yang saya butuhkan.
Bercerita, menghilangkan beban.
And a moment of solitude.

Monday, June 13, 2016

The night had fallen
There came the darkness
And the beautiful mysteries it holds
As we, the lovers, hid in my room
Warm bodies came together 
Blanket sheets left out
Dim light strengthened our senses
Our lips had become one
With the door slightly ajar
Through silence we tried hard not to break
There we were
Expressing our love in our way

Oh our good ol' time. 
Our adolescence days.

Friday, April 8, 2016

Lesson Learned.

At one point, life will put you in a tough situation.
It will be depressing, stressful, and somehow you wish to die eventually.
But when you survive from that situation,
you will become stronger, tougher than you were before.
Well, life will not get any easier after that tho,
But you will see the obstacles get shorter,
and you will see that tiny rock that once tripped you off, as nothing.
Or maybe, you can even use it to jump even higher!




Been there.

Tuesday, January 12, 2016

Sekadar bicara.

Semua itu indah, ketika lo baru mulai jatuh cinta sama hal itu. But then when you finally owned it, lama kelamaan semua keindahan itu akan pudar and you will eventually leave it.
So here's a little advice,

"Ketika lo mulai menyukai sesuatu, atau seseorang, or somebody tells you he/she loves you, ask yourself and make sure, itu beneran suka, atau cuma penasaran?"

Saturday, November 9, 2013

Surat Sang Harapan

Di kerajaan langit malam, setiap bintang berlomba-lomba untuk menemani sang bulan menyinari malam para manusia. Dengan indahnya, mereka membentuk formasi-formasi yang melambangkan hari lahir setiap manusia. Malam hari pun menjadi sangat terang dan indah.

Namun, lama kelamaan manusia terus menerangkan bumi dengan lampu-lampu yang terang-benderang. Bintang-bintang pun merasa sedih, sinar yang mereka pancarkan telah kalah dengan lampu-lampu itu. Satu per satu bintang pun menyerah, menyerah untuk menemani bulan menerangi malam lagi. Tetapi ada satu bintang yang tetap bertahan, bahkan dengan riang gembira, dengan sekuat tenaga menerangi malam para manusia. Ia bernama bintang harapan.

“Hei bintang harapan, untuk apa sih kamu terus menerus menerangi mereka, para manusia itu? Padahal mereka sendiri sudah tidak mempedulikan ataupun membutuhkan kita lagi. Mereka sudah cukup disilaukan lampu-lampu terang mereka itu. Untuk apa kamu susah payah, dengan sekuat tenaga menguras cahayamu? Mereka sudah jarang, bahkan tidak pernah, mellihat ke atas, ke langit malam yang cerah, hanya untuk mensyukuri keindahan alam dari Yang Maha Kuasa. Apa tak cukup alasan bagi mu untuk berhenti?” Tanya bintang-bintang yang lain.

Sang bintang harapan hanya tersenyum. Ia tahu semua bintang bertanya-tanya akan hal itu. Bintang harapan pun menulis surat kepada para bintang.

Aku tahu, kalian pasti bertanya-tanya dan sangat penasaran mengapa aku bersikeras bertahan menemani sang bulan. Semua pertanyaan kalian itu mungkin akan terjawab dalam suratku ini.
Teman-temanku tersayang,
Apa kalian tahu? Sejak aku ada untuk menerangi dan memperindah malam, para manusia itu percaya kita, bintang-bintang, adalah lambang harapan mereka. Anak kecil, remaja, dewasa, bahkan orang-orang tua selalu menanti-nanti malam hari. Menghitung bintang, mencari rasi-rasi bintang kelahiran mereka, dan menunggu bintang jatuh. Setiap orang mengidam-idamkan mereka akan melihat bintang jatuh saat malam tiba. Bintang jatuh, adalah sesuatu yang jarang dan tidak biasa bagi mereka sehingga mereka percaya, bintang jatuh dapat lebih cepat mengantarkan doa permintaan mereka kepada sang Pencipta. Setiap ada bintang jatuh, bintang yang lain pun dapat mendengar, sebuah doa yang diucapkan sepenuh hati, yang terlantun diperuntukkan kepada orang yang paling sang pemohon sayangi. Doa yang sangat indah, karena cinta yang terdapat dalam doa itu sehingga kami, para bintang, pun ikut meng-amini. Teman-temanku yang kusayangi, kita, para bintang, adalah lambang harapan mereka, lambang cinta kepada orang-orang yang mereka sayangi dan kasihi, lambang mimpi dan cita-cita yang ingin mereka capai. Maka, apabila kita menyerah memberi mereka harapan, haruskan harapan, cita-cita, dan doa-doa itu hilang dari diri mereka? Haruskah mereka hidup dengan tidak memilikinya? Siapa yang akan menyampaikan pesan mereka kepada orang-orang yang mereka cinta yang sudah jauh di alam sana? aku yakin, mereka rindu melihat bintang-bintang, harapan-harapan, mereka hadir kembali sama seperti kalian teman-temanku, rindu menyinari malam mereka dan mendengar doa-doa indah mereka.
Teruslah bersinar, terus beri mereka harapan…

Setelah bertahun-tahun memberikan cahayanya untuk menerangi malam bersama bulan, sang bintang harapan pun semakin tua dan akhirnya meredupkan sinarnya.

Saturday, August 3, 2013

People, in a nutshell.

"You kill all the caterpillars, then complain there are no butterflies"

Monday, July 22, 2013

Setengah cangkir kopi putih

Dilihat dari titlenya juga udah ketauan ini postingan tentang apa, yakan?
Enggak? Oh yaudah.

Akhir-akhir ini gue merasa jadi orang ter-enggak-banget-in in this entire universe. Bukan, bukan maksudnya gak bersyukur kok cuma lagi bercermin aja tanpa maksud menyinggung masalah religi.
*nyeruput kopi*

I love writings, gue bukan cuma suka ngebaca isi dari suatu tulisan tapi juga kata-kata yang dirangkai sama sang penulis. Dari kata-kata simple yang biasa gue denger, sampe yang gak biasa dipake di kehidupan sehari-hari. Dari istilah-istilah yang dipake sehari-hari sampe yang gak pernah gue denger dan harus baca Kamus Besar Bahasa Indonesia, lebay.
Gue juga pengen, nyoba nulis tulisan yang bagus, yang gak meaningless. Tapi bahkan untuk nulis curhatan di blog ini aja udah ancur-ancuran dan lagi, meaningless. Lately, gue sadar gue kurang vocab bahasa gue sendiri ini karena kurang baca buku. Indeed I also love books, especially fiction novels. But unfortunately, I can't afford buying those great books. Iya, emang gue terlalu kolot. Padahal pinjem orang lain bisa, download e-book nya bisa... 
"Bilang aja lo males din" Singgung alter gue yang lainnya.

Ah sudahlah, mengeluh itu gak ada abisnya. Mungkin nanti gue akan menghilangkan kemalesan gue dan tanya-tanya orang lain gimana dan dimana download e-books yang bagus-bagus. Well, I'll try to start from little thing. Jangan marah ya baca tulisan ini.

Yah kopinya abis, bikin dulu lagi deh.


Saturday, July 20, 2013

Sedikit Curhatan

*ngelap keringet*
Kata orang bebenah rumah itu ngebakar kalori, bisa bikin kurus. Kalo bebenah blog sama juga, pasti sekarang gue kurusan.
Ya jadi blog gue sudah berubah lagi. Dari title, layout, tema, background sampe postingan juga udah di rapi-rapiin. Tapi ya secara gue belom expert rapi-rapi blog, mungkin segini aja cukup menarik bagi gue sendiri.


---

Alhamdulillah udah 11 hari puasa Ramadhan tahun ini. Nothing much, hampir sama aja sama puasa tahun kemarin. Sahur di jam yang sama, buka di waktu maghrib yang sama, kolak, es buah atau es campur dan gorengan yang sama. Diantara semua persamaan monoton tiap tahun itu ada yang berasa banget tahun ini. Iya, udah gak ada mandi, pake seragam, buru-buru nyiapin buku lagi tiap abis sahur. No more school. Entah harus senang atau sedih.
Kangen rasanya, pagi-pagi ke sekolah, ngeliatin orang-orang kurang tidur itu nutupin muka mencoba tidur lagi, ngomongin acara yang ditonton waktu sahur, sampe ada guru masuk kelas. Makin siang juga bukannya makin lemes tapi asik-asik aja kayak gak puasa, tiba-tiba udah jam 3, terus pulang ke rumah masing-masing.
Rutinitas monoton sekolah-rumah yang dulu bikin capek, males, gondok, kesel, dan sebel sekarang malah bikin kangen. Ah, time never failed to tricked people. Tapi mungkin itu karma? karma dari waktu. Dulu kita selalu bilang "kenapa sih waktu jalannya lama banget?!" tapi sekarang? dia balas dendam karena kita kurang menghargai dia dulu.

---

ah udahlah, ini tulisan jadi gak tau kemana apa yang dibahas, jangan marah ya bacanya.

P.S
I'm currently working on a movie project, yang sebenernya gue sendiri gak tau akan selesai atau enggak
*sigh*




Wednesday, November 16, 2011

I've once told you about my inspiration, my best friend, the one that knows me very well... yes she's my sister Rinintha Anggie Mahakarti.

Temen cerita-cerita, temen sedih-sedihan, temen gila-gilaan, temen idiot-idiotan, segala macem deh ada di dia. And also, I've gotta admit she's a good writer too although she always says she not haha. We talked about many things, such as: funny or cool stuff, undeniable and unpredictable god's plan, stupid questions and answers, and even Love Life.
Yah, setelah sekian lama gue gak pernah buka-buka blog lagi, hari ini tiba-tiba pengen aja buka blog. Tadinya gak ada niat untuk bikin postingan, cuma mau liat-liat blog orang aja hahaha dan sampailah gue di blog yang ber-banner tulisan "A Talking Butterfly: when a butterfly talks, it won't tell lie" yang owner nya adalah Rinintha Anggie ini.
I've told you she's a good writer, that's why I ain't even bored reading her writings. dan (lagi) sampailah gue di postingan yang berjudul "Galau, Labil, atau.. Cinta? Ah, Persetan".
Ya, ini tulisan dia tentang cinta-cintaan. Dia sering curhat-curhat ke gue, gue pun juga begitu dalam bullshit cinta-cintaan gitu. Tapi karena dia sekarang udah kuliah di Sastra Inggris, which is her favorite subject, di UNPAD, Jatinangor, kita udah jarang banget ketemu. Padahal biasanya gue suka nginep di rumah dia omegle-an, tolol-tololan gak jelas hahaha. Kita masih saling cerita-cerita tapi paling ya lewat bbm atau vn. Kangen? jelas dan pastinya.Gue baca postingan itu, gue kira cuma ada quote sebuah buku itu, ternyata ada voice not 4:14 menit juga disitu. Gue play dan.... I found out that it's her story, sedih bacanya. Gue, yang bahkan gak lagi dengerin lagu galau, gak ada plan untuk galau sama sekali bisa tiba-tiba nangis denger cerita dia di voice note itu. Sedih, ternyata masih ada cerita yang bahkan belom gue pernah denger dari diri dia sendiri.
I never want to see her cry anymore, I want her to always be happy, and be thankful of what she got from God. And I promise to myself that I will try as hard as I can to make her smile everytime she's sad or not in the mood. Cheer up, I'll be there if you need me dek anggie.
ILYSMLPLTLSLNLTLJALTLT
I love you so much like pumba love timon like simba love nala like tarzan love jane and like terk love tantor

with love, hugs, and kisses